Minggu, 01 November 2009

Mumang that2

Rabu, 21 Oktober 2009

Fwd: Re: Re: Re: Re: Fwd: Re: Re: Response from 4st

---------- Forwarded message ----------
From: Samsoel Bahri <samsoelbahri3@gmail.com>
Date: Tue, 20 Oct 2009 02:33:59 +0000
Subject: Re: Re: Re: Re: Re: Fwd: Re: Re: Response from 4st
To: assistant@responsecenters.org

Whahaha!!
Kayaknya aku ngk perlu tu buat belajar lebih banyak tentang
islam,karna dah dari dulu aku tau islam itu agama yg fitrah(alias
suci)
karna . ,terlalu banyak taupun ngk ada artinya . ,ntar jadi kek kalian
. ,KAFIR . ,whahaha!!
Tukarna kalian belajar dari orang YAHUDI ,WHAHAHA!!
Udahlah . ,ngk usah debat lagi . .
Pelajari aja agama CIPLAKAN kalian . .
Jangan pelajari agama orang . ,kalau yg dicarinya cuma kejelekannya aja.
Whahaha

Pada tanggal 19/10/09, assistant@responsecenters.org
<assistant@responsecenters.org> menulis:
> Yah, itulah yang didoakan kaum Muslim dalam shalawat Nabi. Belajar lagi ya.
> Eh, tapi saya takut dosa, ngejek-ngejekkan, nggak baik. Kalau memang nggak
> bisa diselamatkan, yah, apaboleh buat.
> Ibn Warraq: Mengapa Aku Bukan Muslim?
>
>
> Ibn Warraq
> Ulasan buku Ibn Warraq
> Dalam bukunya yang berjudul "Mengapa Aku bukan Seorang Muslim", Ibn Warraq
> membeberkan kenyataan sebenarnya tentang Islam tanpa ditutup-tutupi.
> Dia adalah seorang yang ahli (dalam bidang Islam) dan bukunya disusun dengan
> baik. Dia mengecam ilmuwan2 Barat yang bukannya mengutuk perintah pembunuhan
> dari Khomeini terhadap Salman Rushdie, tapi malah sebaliknya mengritik
> Rushdie karena menulis buku "The Satanic Verses" dengan alasan "secara
> politis tidak dibenarkan". Warraq menjabarkan perlakuan brutal orang2 yang
> di bawah dominasi Islam, sejak jaman Muhammad sampai hari ini. Orang2 Yahudi
> dibantai dan diasingkan oleh Muhammad di Medina dan Kheibar; harta benda
> mereka dibagi-bagikan diantara orang2 yang "beriman" (Muslim), kaum wanita
> dan anak2nya dijadikan budak2. Perlakuan barbar yang keji ini berulang lagi
> setiap waktu sepanjang sejarah orang Islam terhadap orang Kristen,
> Zoroastrian, Hindu, dan yang terakhir terhadap orang2 Ahmedi, Baha'i dan
> penganut agama minoritas di Pakistan, Iran, India, Syria dan di mana pun
> Islam berkuasa. Warraq membahas tentang asal-usul Islam, latar belakang
> Pagan-nya dan pengaruh Yudaism, K risten, dan Zoroatrian pada diri Muhammad.
> Dia menjelaskan tentang asal-usul Allah di budaya Arab, tentang saat2 awal
> Muhammad menjadi pengkhotbah dan persaingannya dengan penutur cerita lain
> yang bernama "Al Nadir" dan pembalasan dendamnya terhadap Al Nadir. Warraq
> mengusut ke awal kegiatan ibadah Islami lalu pada sikap takhayul orang2 Arab
> dan keanehan keyakinan Muhammad akan jin, setan, dan makhluk gaib lainnya.
> Dia juga menjelaskan bagaimana Muhammad mengisahkan kembali kisah2 Alkitab
> seperti Bahtera Nabi Nuh, kelahiran Kristus, dll, tanpa mengerti betul akan
> isinya, seperti menukar Maria ibu Yesus dengan Miriam adiknya Harun, atau
> iman Kristiani Trinitas. Pembaca juga dapat menelaah pengertian Muhammad
> yang aneh tentang kosmologi, sains, sejarah, dan kedokteran. (Dia
> menganjurkan minum kencing unta sebagai obat sakit perut!).
> Lalu pembaca dapat melihat perubahan perilaku Muhammad dari pengkhotbah jadi
> penguasa lalim. Bagaimana anjurannya untuk bertoleransi ketika di dia masih
> lemah di Mekah berubah menjadi perintah untuk membunuh dan merajah ketika
> dia jadi berkuasa di Medinah. Pembaca juga dapat mempelajari bagaimana
> Muhammad menganjurkan pengikut2nya yang tidak begitu banyak untuk menyerang
> kafilah2, membunuh orang2, memperkosa wanita dan merampas barang jarahan
> (bagian Muhammad adalah 20%) untuk menyenangkan Allah, dan juga meyakinkan
> pengikutnya bahwa kalau mereka terbunuh, mereka akan jadi "anak muda" lagi,
> hidup di surga dengan sungai anggurnya, dan dikelilingi bidadari perawan.
> Semua yang ditulis Warraq berdasarkan isi Qur'an dan Hadis.
> Pembaca akan mulai mengenal teknik yang paling disukai Muhammad untuk
> menghabisi lawan2nya: pembantaian. Asma Bint Marwan adalah seorang penyair
> yang menulis syair menentang sang Nabi dan dia dibunuh di tengah malam
> ketika sedang menyusui bayinya. Kelima anaknya yang masih kecil dipaksa
> menjadi pemeluk Islam. Daftar dosa Muhammad termasuk nasib Ka'b Ibn
> al-Ashraf dan Abu Rafi yang menentang dia dan mereka dibunuh secara licik.
> Cara ini lalu digunakan oleh para Muslim di sepanjang sejarah dan terus
> dipraktekkan sampai hari ini. Apa yang kita sebut sebagai terorisme, bagi
> seorang Muslim adalah Jihad (perang suci). Fatwa terkenal untuk Salman
> Rushdie adalah contohnya. Hal lain yang dapat dipelajari tentang Muhammad
> adalah kesukaannya akan gadis2 muda (istrinya Aisha berusia 9 tahun tatkala
> disetubuhi oleh Muhammad) lebih daripada wanita2 dewasa dan bagaimana dia
> tidak malu2 menggunakan Allah untuk mengeluarkan ayat2 Qur'an untuk
> mensahkan nafsu berahinya terhadap wanita dan sele ra seksualnya.
> Warraq menulis penelaahan yang menyeluruh tentang sifat totalisme Islam. Dia
> bahkan menelaah lebih jauh dgn membandingkan akibat monotheisme lawan
> politheisme dan atheisme pada hak2 manusia. Kepada mereka yang heran kenapa
> orang2 Muslim begitu benci pada dunia Barat, aku menganjurkan kalian untuk
> membaca buku ini. Ada satu bab yang khusus ditulis untuk menjelaskan hal
> ini. Winwoods Reade berkata: "Orang yang sangat agamawi seringkali pula
> adalah orang yang sangat jahat." Kenyataan ini cocok sekali bagi orang2
> Muslim. Ini buktinya: "Ketika kau bertemu dengan orang2 tak beriman,
> pukullah kepalanya; dan kala kau telah banyak membantai mereka, maka ikatlah
> dengan cermat sisa2 tawanan." (Quran 47.4). "Dan jika bulan2 suci telah
> berlalu, bunuhlah mereka yang menyembah berhala (musyrikin) di mana pun kau
> menjumpai mereka; tangkap mereka, kepung mereka, dan bertiaraplah menunggu
> mereka dengan segala cara penyergapan: tapi jika mereka bertobat, dan
> melakukan ibadah sembahyang, dan mem bayar zakat, maka bebaskanlah mereka,
> karena Tuhan itu Pemaaf, Pengampun." (Quran 9:5)
> Dan bagi orang2 Kristen dan Yahudi yang menolak dia, inilah yang
> dikatakannya: "Berperanglah dengan mereka yang disebut di Kitab2 yang telah
> diberikan dan tidak percaya pada Tuhan, atau Hari Akhir, dan yang melakukan
> yang telah dilarang Tuhan dan RasulNya …" (Quran. 9:29) Ini semua adalah
> perintah2 Tuhan Muhammad yang penuh ampun dan pemaaf. Bagaimana bisa jadi
> seorang "Muslim yang baik" kalau tidak melaksanakan perintah "Illahi" yang
> sangat jelas ini? Dan dapatkah orang yang melaksanakan perintah2 ini disebut
> "orang yang baik"? Ini adalah pertanyaan yang orang2 Muslim sendiri harus
> tanyakan pada diri sendiri secara jujur. Aku tidak mengatakan semua orang
> Muslim itu jahat. Orang2 jahat dan baik tersebar sama banyaknya di seluruh
> dunia. Tapi di Islam orang2 baik seringkali dipaksa untuk melakukan hal2
> jahat dan melawan hati nuraninya sendiri. Mereka seringkali meyakinkan diri
> sendiri bahwa di dalam ketidakadilan yang nyata ini mestinya ada hikmat
> tersembunyi yang tidak dimenge rti orang dan sebenarnya Tuhan lebih tahu.
> Banyak orang baik yang mengaku sebagai Muslim tidak menaruh perhatian pada
> isi Islam sebenarnya dan menyebut Muslim ortodoks sebagai Muslim garis keras
> dan fundamentalis. Tapi seperti yang ditekankan oleh Ibn Warraq dalam
> "Mengapa Aku bukan Seorang Muslim", agama Islam tidak seperti agama Kristen
> karena tidak menganjurkan belas kasihan dan toleransi. Islam dan
> fundamentalisme adalah istilah2 yang sama artinya. Anda harus melawan hukum2
> yang dikatakan Muhammad, hanya untuk menjaga sifat2 kemanusiaan dan menjadi
> orang yang baik. Tidak ada penjelasan intelektual apapun juga dari Muslim
> apologis yang dapat mensahkan kekejaman dan tiadanya toleransi dari agama
> Muhammad ini. Nilai buku "Mengapa Aku bukan Seorang Muslim" ini adalah sama
> dengan berat buku ini dalam bentuk emas. Buku Ibn Warraq adalah sumber
> terbaik tentang Islam yang pernah kutemukan. Dia mengatakan kebenaran dan
> tidak berusaha menyenangkan hati siapapun. Satu2nya kekuranga n buku ini
> adalah tidak diterjemahkan ke dalam bahasa orang2 yang jadi korban Islam.
> Tapi saya yakin masalah ini pun akan terpecahkan nantinya.
> Islam dibentuk melalui pemaksaan dan pertumpahan darah. Tidak ada sanggahan,
> alasan, atau logika yang diberikan, yang ada hanyalah sabetan pedang. Begitu
> banyak orang dibiarkan tidak mengerti. Orang2 Muslim tidak mengetahui isi
> Qur'an dan tidak menyadari pesan Islam yang naif dan tidak manusiawi. Kalau
> saja orang2 Muslim itu baca Qur'an dalam bahasa mereka sendiri dan mengerti
> artinya, mereka bakal kecewa akan isi buku itu yang isinya jauh dari "ajaib"
> dan hanyalah tipuan belaka. Buku ini ditulis secara sembarangan, ngawur dan
> sangat parah jeleknya.
> Islam telah membungkam suara2 yang mempertanyakan logikanya di sepanjang
> jaman. Tapi sekarang adalah jaman lain. Teknologi Internet, meskipun
> dilarang ketat di negara2 Islam, telah tersedia bahkan buat orang2 Muslim
> sekalipun. Orang2 yang tak percaya lagi pada Islam dapat menulis dan
> mempublikasikan tulisannya tanpa takut dibunuh. Aku meramalkan tak lama lagi
> orang2 Muslim yang sangat beriman akan berbalik melawan agama mereka sendiri
> dan akan berusaha membebaskan umat manusia lainnya dari cengkraman agama
> secara umum dan Islam secara khususnya.
> Warraq bicara mengenai "Imperialisme Arab dan Kolonialisme Islam". Dia
> menjelaskan dengan fasihnya bagaimana melalui Islam, banyak negara2 beradab
> kehilangan budaya asli, harga diri dan kemanusiaan mereka untuk menyembah di
> depan tuhan baru yang ganas milik segerombolan Arab2 biadab dan menuruti
> ajaran orang sinting, haus darah, penderita schizofrenia dari Arabia (yakni
> Muhammad). Islam adalah musuh sains, pemikiran bebas, logika dan hak2
> kemanusiaan. Islam dengan kuat menghentikan kemajuan kebudayaan. Warraq
> menunjukkan secara cermat bahwa arti "Budaya Islam" itu berlawanan dari arti
> istilah itu sendiri. Anda hanya bisa jadi salah satu: orang Islam atau orang
> yang berbudaya. Di bagian lain, Warraq juga menyatakan bahwa arti "Filosofi
> Islam" sebenarnya adalah menyangkal arti istilah itu sendiri, karena
> filosofi dianggap sebagai "ilmu pengetahuan asing yang bisa mengakibatkan
> seseorang mempertanyakan isi agama, ragu, dan tidak percaya sama sekali".
> Pemikir2 cemerlang seperti Zacharia Razi dan Avicenna tidak pernah percaya
> Islam dan mereka diserang oleh Muslim. Para intelektual dan orang2 yang tak
> beragama masa kini pun tidak berbeda nasibnya. Contohnya Ali Dashti, ilmuwan
> ulung dan penulis "23 tahun"; sebuah buku tentang Muhammad dan 23 tahun masa
> kenabiannya. Ali dimasukkan penjara saat ia berusia 80-an tahun di bawah
> kekuasaan Khomenei dan Ali meninggal dunia di penjara. Ini kata2 Ibn Warraq
> sendiri: "Maka kita melihat periode penindasan terhadap berbagai kelompok
> yang dicurigai melawan agama atau ikut kegiatan politik bawah tanah; orang2
> (ahli filsafat, penyair, agamawan, ilmuwan, rasionalis, dualis, atheis,
> penganut kebatinan) dipenjara, disiksa, disalib, dipotong dan digantung;
> tulisan2 mereka dibakar. Tidak ada warisan karya Ibn Rawandi, Ibn Warraq,
> Ibn al-Muqaffa, dan al-Razi yang selamat. Orang2 lain dipaksa melarikan diri
> dari satu penguasa ke penguasa lainnya yang lebih toleran (seperti
> al-Arnidi). Beberapa di asingkan atau dibuang (Averroes). Banyak yang
> terpaksa menyembunyikan pandangan dan pendapatnya dengan menggunakan bahasa
> yang sukar dimengerti atau bisa berarti banyak. Mereka yang selamat dari
> tuduhan penghujatan adalah mereka yang dilindungi oleh orang2 yang berkuasa
> dan berpengaruh."
>
>
>
>


--
$äm$øé£

--
$äm$øé£

--
$äm$øé£

Sabtu, 19 September 2009

inilah fotoku waktu dilaut tawar dulu,gantengkan . . ,hehe

kalo ada yg suka jangan malu2 buat ungkapkannya . . ,pasti . . AKU TOLAK!!Hehe